Venezuela Lumpuh

0
92
Warga antri di mesin-msin ATM, tetapi hanya bisa menarik 10 Bolivar baru, pengganti 1 juta Bolivar lama (reuters).
Warga antri di mesin-msin ATM, tetapi hanya bisa menarik 10 Bolivar baru, pengganti 1 juta Bolivar lama (reuters).

Caracas (bidikberita.com) – Venezuela lumpuh sejak Selasa (21/8) sesudah negeri itu meluncurkan mata uang baru untuk menangani keambrukan ekonomi.

Ribuan usaha ditutup sementara untuk menyesuaikan diri dengan mata uang baru “bolivar yang berdaulat”, dan puluhan ribu pekerja memilih tinggal di rumah.

Uang kertas baru diluncurkan oleh Presiden Nicols Maduro pada hari Senin, dengan mengganti nama mata uang bolivar lama, dan merevaluasi nilainya.

Pemerintah mengatakan langkah ini akan mengatasi inflasi yang melonjak, tetapi para pengamat mengatakan hal itu justru bisa membuat krisis jadi lebih buruk. Uang kertas itu mulai beredar pada hari Selasa.

Mata uang baru ini memotong nilai mata uang lama yang disebut ‘Bolivar Perkasa,’ dengan lima angka nol, atau per ratus ribu: Satu juta Bolivar lama sama dihargai dengan 10 Bolivar baru.

Itu berarti secangkir kopi di ibukota Caracas yang bulan lalu harus dibeli seharga 2,5 juta dengan mata uang lama, sekarang harganya dengan mata uang baru yang disebut Bolivar berdaulat, adalah 25 Bolivar.

Namun, banyak warga di Caracas mengatakan kepada BBC bahwa ada pembatasan untuk menarik mata uang baru itu dari mesin-mesin uang tunai, dengan maksimum 10 Bolivar Berdaulat (nilai yang setara dengan satu juta Bolivar Perkasa).

Kota-kota di seluruh Venezuela hampir dilanda kekacauan karena orang-orang berusaha untuk mendapatkan uang kertas baru itu.

Pasar gelap Venezuela yang menggunakan dolar bahkan dibekukan akibat pergantian mata uang, karena terjadi kebingungan dan ketidakpastian ekonomi.

Pemerintah mengumumkan pula berbagai kebijakan ekonomi baru untuk menyertai mata uang baru, seperti menaikkan upah minimum sebesar 34 kali dari tingkat sebelumnya mulai 1 September, menaikkan PPN dan memotong subsidi bahan bakar yang selama ini sangat tinggi.

Seperti dilansir detikcom, Presiden Maduro juga mengatakan bahwa mata uang Bolivar Berdaulat akan dikaitkan dengan petro, mata uang virtual yang dikatakan pemerintah ditautkan dengan cadangan minyak Venezuela.

Tetapi AS telah mengumumkan larangan kepada warganya untuk terlibat dalam perdagangan denga petro, dan situs cryptocurrency, ICOindex.com, bahkan menyatakan petro sebagai “bodong”.

“Menautkan Bolivar ke Petro adalah menautkan pada sesuatu yang nihil,” kata ekonom Luis Vicente Len kepada kantor berita AFP. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here