BNN Riau Amankan 10 Kg Sabu

0
63
BNN Riau amankan sabu seberat 10 Kg
BNN Riau amankan sabu seberat 10 Kg

Pekanbaru (bidikberita.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau dan Polres Siak gagalkan penyelundupan narkoba mencapai 10 kilogram sabu-sabu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan BNN Riau, AKBP Haldun di Pekanbaru, Minggu membenarkan penangkapan narkoba yang diperkirakan Rp 20 miliar tersebut.

“Iya, masih dalam pengembangan,” kata Haldun singkat saat dihubungi awak media.

Hal senada disampaikan Kapolres Siak, AKBP Ahmad David. Dia mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan kolaborasi antara Polres Siak dan BNN Provinsi Riau.

“Benar (penangkapan 10 kilogram sabu-sabu). Tadi (penangkapan dilakukan). Operasi gabungan BNN dan Polres,” ujarnya seperti dilansir antarariaucom.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, penangkapan dilakukan petugas pada Minggu petang. Ada dua pelaku yang turut diamankan dari pengungkapan tersebut.

Penangkapan persis di depan Mapolres Siak, tepatnya di Jalan Lintas Perawang Siak, KM 70 sekirar pukul 17.30 WIB.

Serbuk haram yang terdiri dari 10 paket besar masing-masing seberat satu kilogram itu ditangkap dari sebuah mobil jenis minibus Toyota Innova.

Ada dua pelaku yang membawa barang haram itu di dalam mobil tersebut. Keduanya berinisial YD (43) dan seorang wanita ELV (34). Saat ini keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Pengungkapan itu berawal dari informasi akan pengiriman sabu-sabu dalam jumlah besar dari wilayah pesisir Riau menuju Sumatera Barat. Personel gabungan BNN Provinsi Riau kemudian berkoordinasi dengan Polres Siak untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, penangkapan berhasil dilakukan persis di depan kantor polisi.

Kasus pengungkapan sabu-sabu dalam jumlah besar di Kabupaten Siak merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu sepekan terakhir. Sebelumnya, Polres Siak berhasil menggagalkan penyelundupan enam kilogram sabu-sabu dan ribuan ekstasi dari Bengkalis. Dua tersangka berhasil diamankan dari pengungkapan itu.

Narkoba masih menjadi masalah utama di Provinsi Riau. Panjang garis pantai di wilayah pesisir serta lemah dan minimnya pengawasan membuat sindikat narkoba yang mayoritas dari luar negeri leluasa memasok barang haram itu dalam jumlah besar.

Sejatinya, Riau hanya pintu masuk dan persinggahan, karena dalam beberapa kasus terungkap narkoba tersebut akan diedarkan di luar Provinsi Riau, dan beberapa diantaranya hingga ke Jakarta. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here