Gugusan Pulau Jemur, Daya Tarik Wisata Laut Andalan Rokan Hilir

0
17
Bupati H Suyatno memaparkan potensi pariwisata dan investasi yang dimiliki daerahnya antara lain keindahan Pulau Jemur, dalam salah satu forum investasi di Pekanbaru

PULAU Jemur yang merupakan sebuah gugusan pulau-pulau antara lain, Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Balik serta pulau-pulau kecil lainnya, menyimpan keindahan alam dan sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata andalan daerah.

Objek wisata alam yang terletak di Kecamatan Pasir Limau kapas tersebut (lebih kurang 45 mil dari ibukota Kabupaten Rokan Hilir), memiliki lokasi yang strategis. Ia berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara dan 45 mil dari negara tetangga Malaysia.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sendiri sejak beberapa tahun terakhir telah berupaya mengembangkan gugusan pulau yang memiliki panorama laut hijau serta karang beralaskan pasir putih menjadi salah satu icon wisata yang ada di Rokan Hilir.

Tak cukup panorama laut hijau serta karang beralaskan pasir putih, Pulau Jemur juga menyajikan keindahan pantai, taman laut serta habitat penyu langka.

Pada musim-musim tertentu penyu naik ke pantai untuk bertelur dan satwa langka ini dapat bertelur sebanyak 100 sampai 150 butir setiap ekornya.

Tak berlebihan jika dari beberapa objek wisata yang ada di Rohil, Pulau Jemur memiliki warna yang berbeda dan penuh pesona.

Siswa sekolah berkunjung ke Pulau Jemur

Selain pesona laut, gugusan pulau itu juga menawarakan objek wisata lainnya di antaranya Goa Jepang, Menara Suar, tapakkaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa bangunan pertahanan Jepang, Batu Panglima Layar, Taman Laut dan pantai pasir kuning emas. Bila dilihat dari potensinya maka Pulau Jemur sangat cocok dikembangkan menjadi kawasan resort yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk berenang, berselancar, menyelam (diving) dan dayung. Termasuk wisata menyaksikan penyu bertelur dan melepas tukik.

Selaku kepala daerah Bupati Rokan Hilir, H Suyatno, berjanji akan menjadikan Pulau Jemur sebagai objek wisata andalan bahkan pemerintah daerah sendiri membuka diri bagi investor yang berminat menanamkan modalnya.

“Sekarang sudah ada dermaga. sarana dan prasarana lain seperti mess juga sudah ada tapi tidak begitu banyak dan harus kita lengkapi lagi. Namun yang paling penting itu tower telekomunikasi dan kita juga sudah menyurati Menteri Komunikasi dan Informatika serta Menteri Perhubungan yang berisikan agar kedua menteri tersebut terlibat dalam melobi operator telekomunikasi untuk mendirikan tower jaringan telekomunikasi di Pulau Jemur,” kata Bupati.

Untuk akses jalur laut, pemerintah daerah akan menyiapkan 2 armada kapal ferry dengan kapasitas daya angkut 68 orang. Meski demikian, pemerintah daerah tetap melihat hasil perkembangan kunjungan wisatawan ke depannya.

Dermaga sederhana di Pulau Jemur

Sebelumnya, kajian sudah dilakukan bersama tim baik dari pemerintah daerah, lembaga legislatif, Pemprov Riau dan pemerintah pusat. Hasilnya, biaya yang dikenakan kepada penumpang untuk sekali perjalanan pulang dan pergi Pulau Jemur sebesar Rp350 ribu.

Menurut Bupati Rohil H Suyatno Kawasan-kawasan pulau jemur sangat baik dikelola, dibenahi dan dikembangkan secara maksimal menjadi aset wisata daerah komersil yang diminati wisatawan lokal dan mancanegara untuk menunjang pendapatan asli daerah (PAD) mengantisipasi penurunan dana bagi hasil (DBH) migas yang tiap tahunnya makin merosot.

Pengurangan DBH Migas yang dialami Rokan Hilir yaitu sebanyak Rp812 miliar, secara tidak lansung menjadi cambuk bagi pemerintah daerah untuk menggali potensi sumber daya alam lainnya, seperti kepariwisataan untuk menggenjot PAD.

Kabupaten Rohil menurut Bupati H Suyatno memiliki aset wisata yang cukup besar dan harus dilestarikan keberadaannya, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan manca negara.

Namun pengembangan kepariwisataan tak cukup hanya menggunakan kemampuan daerah, perlu adanya intervensi pemerintah pusat baik dalam hal sarana maupun prasarana seperti pembangunan dermaga, penginapan, penyediaan fasilitas umum, perumahan bagi masyarakat dan jaringan telkomunikasi, air bersih serta listrik.

Wujudnya antara lain dengan membuka peluang bagi investor asing untuk berinvestasi (menanamkan modal) di Kabupaten Rohil. (adv/humas rohil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here